twitter  
Profil  

Sabtu, 12 September 2026 | 08:18 wib
180 Merek Ramaikan IFBC 2026 Surabaya, UMKM Didorong Go Global
 

Ibu, sekitar 180 merek dari berbagai sektor usaha meramaikan Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2026 Surabaya yang digelar di Grand City Mall, Jumat (11/9/2026). Pameran yang diisi sebanyak 89 stand ini mempertemukan pelaku UMKM, pemilik waralaba, calon mitra usaha, investor, dan pemerintah.

Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut ini tidak hanya menawarkan peluang kemitraan, tetapi juga edukasi mengenai pengembangan UMKM menjadi waralaba, perizinan, serta pendaftaran dan perlindungan merek.

Public Relations IFBC 2026 Surabaya, Ferdi Ferdianto, mengatakan gelaran ini merupakan penyelenggaraan IFBC ke-181 sejak pertama kali digelar pada 2006. “IFBC 2026 Surabaya kali ini menghadirkan sekitar 180 merek dalam 89 stand,” terangnya ketika ditemui awak media.

Buat Ibu yang sedang mencari peluang usaha, pameran ini juga menghadirkan berbagai promo bagi calon mitra, termasuk potongan franchise fee. Sejumlah instansi seperti Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan DPMPTSP Kota Surabaya turut memberikan layanan dan edukasi.

Jatim Targetkan Jadi Hub Waralaba

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur, mengatakan UMKM dan konsumsi domestik menjadi kekuatan penting perekonomian di tengah ketidakpastian global. “Di tengah ketidakpastian global, tulang punggung perekonomian kita tetap terjaga karena dua hal, yakni kekuatan konsumsi domestik dan ketangguhan UMKM,” papar Endy dalam sesi sambutan.

Pemprov Jatim mendorong UMKM naik kelas melalui kemitraan dan waralaba, transformasi digital, serta perluasan pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui misi dagang, business matching, akses pembiayaan, fasilitasi perizinan, sertifikasi, hingga program UMKM Go Ekspor.

“Jawa Timur siap menjadi hub franchise nasional dengan orientasi ekspor dan program UMKM Go Ekspor. Ini menjadi pijakan kita untuk memasuki rantai nilai global,” tegas Kadis Endy.

Waralaba Lokal Didorong Tembus Pasar Global

 
Yaya B. Sunaryo (Advisor AFI/kiri) bersama Bagus Rachman (Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM/kanan)

Sementara itu Bu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, yang hadir mewakili Menteri UMKM, menilai sistem waralaba dapat membantu UMKM memperbesar skala bisnis. “Franchise atau waralaba ini merupakan sebuah bisnis platform yang sangat diperlukan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia,” jelasnya ketika diwawancarai setelah acara seremonial berlangsung.

Kementerian UMKM mendorong semakin banyak merek lokal memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) agar industri semakin tertata dan mampu berekspansi ke pasar internasional.

“Komitmen Kementerian UMKM adalah bagaimana franchise Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu berkembang ke luar negeri,” ujar Bagus Rachman.

Sedangkan Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPN Apindo, Yaya B. Sunaryo, mengatakan AFI tengah mempersiapkan kembali cetak biru dan roadmap industri waralaba nasional. “Kita ingin waralaba Indonesia memiliki arah yang jelas, baik ke dalam maupun ke luar negeri,” harapnya.

IFBC 2026 Surabaya yang menjadi penyelenggaraan ke-181 sejak 2006 ini diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha sekaligus membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk berkembang.

Jadi Bu, kalau bisnis lokal ingin naik kelas, waralaba bisa menjadi salah satu jalan untuk memperbesar jaringan, bahkan membuka peluang menuju pasar global. 

(Roni)