Makanan Sehat Berawal dari...
Sehat dan tidaknya menu yang anda sajikan tak hanya ditentukan pada pemilihan bahan berkualitas. Proses penyimpanan bahan dan pemasakan pun ikut menentukan sehat dan tidaknya makanan yang anda hasilkan. Menurut Ir Lintu Tulistiantoro, Magister Desain dari Universitas Kristen Petra Surabaya, membersihkan dapur dan peralatan memasak harus dilakukan setelah memasak. Bila ditunda, noda yang mengendap akan mengundang serangga dan kuman untuk berlama-lama di sana. Apa saja yang perlu diperhatikan?
- Pertama, bila terdapat noda di porselain, stainless, atau spatula kayu yang digunakan, segera bersihkan. Untuk tumpahan kuah dan kecap di keramik misalnya, bersihkan dengan air hangat agar noda dan minyak terangkat sempurna
- Jangan tunggu noda mengering atau menjadi kerak. Karena saat noda mengendap, itulah waktu yang tepat untuk serangga dan kuman berdatangan
- Cuci langsung setelah memasak. Dengan menggunakan sabun khusus pencuci peralatan dapur, busa kasar dan halus, serta air yang mengalir, peralatan akan terbebas dari kerak dan kotoran
- Untuk membersihkan perkakas dapur berbahan kayu diperlukan campuran yang tidak mengundang jamur. Caranya dengan menggunakan daun tembakau tua yang sudah direndam dalam air. Lalu gosokkan daun yang mengandung minyak itu pada bagian kayu agar bebas dari jamur dan serangga
- Hindari meletakkan panci panas di atas meja tanpa alas. Sebaiknya diamkan dulu di atas kompor hingga uap panas hilang barulah ditempatkan di atas alas, supaya tak membuat alasnya meleleh
- Hindari penggunaan larutan kimia seperti HCL. Kandungan asam dalam cairan ini menyebabkan lapisan glazur keramik rusak. Sehingga keramik cepat terlihat kusam
- Penggunaan pembersih keramik dengan pewangi juga perlu dibatasi karena bisa menimbulkan bercak pada permukaan keramiknya
