Tak hanya wanita, keputihan juga bisa dialami laki-laki. Menurut James M. Steckelberg, ahli penyakit dalam, laki-laki bisa mengalami keputihan bila dia melakukan hubungan seks tanpa perlindungan dengan pasangan yang mengalami keputihan. Ciri utama dari pria yang mengalami keputihan diantaranya munculnya ruam kemerahan, rasa gatal, rasa panas di kepala Mr P.
Penyebab lain dari keputihan pada pria menurut James karena konsumsi antibiotik dalam jangka panjang, diabetes menahun, dan sistem imunitas yang melemah.
Sedangkan pada anda para wanita, satu diantara penyebab keputihan menurut dr Bangun Trapsila SpOG, karena penggunaan jeans. Bahan kain jins yang tebal dan iklim negara kita yang tropis membuat wilayah intim kita berkeringat dan berjamur.
Satu tanda-tandanya, keluarnya keputihan. Meski pada beberapa kondisi tertentu seperti kelelahan, stres, kurang tidur, diet tak sehat, efek kontrasepsi, juga menyebabkan keputihan, namun keputihan karena jamur tetap punya ciri berbeda. Bila keputihan yang normal berwarna jernih, tidak beraroma anyir, dan tidak menimbulkan nyeri, maka keputihan karena jamur memiliki tanda sebaliknya. ’’Sebenarnya, pH intim wanita sekitar 4-5, nah kalau pH ini berubah jadi lebih asam, perkembangbiakan jamur tak bisa dihindari. Inilah yang menyebabkan jamur candida albicans di miss V membuat warna keputihan wanita berubah. Lalu muncul gatal dan berbau,’’ kata Bangun. Faktor eksternal yang memicu keadaan ini adalah ketidaktepatan memilih bahan celana dalam, pantyliners, dan memilih bawahan. Terutama jins yang ketat dan hampir tak bersikulasi.
Menurut Bangun, wilayah intim wanita sangat rawan terserang jamur dan bakteri. Bila muncul perubahan warna pada keputihan yang diikuti dengan darah dan aroma anyir, segera periksakan diri anda. Keputihan yang berwarna putih susu, kuning tua, atau kecoklatan, mengindikasi penyakit. Anda wajib melakukan pengecekan medis untuk mengetahui penyebabnya. Apakah jamur atau bakteri. Bila karena jamur, anda masih bisa mengubah kebiasaan untuk mempercepat penyembuhan. Sedangkan bila dipicu bakteri seperti Chlamdyia dan parasit trichomonas vaginalis, ini menjadi tanda pertumbuhan sel kanker serviks. Selain bakteri jenis jamur Candida sp juga memicu sel kanker mulut rahim.
Untuk mencegah pertumbuhan jamur, pilih celana dalam berbahan katun, dan hindari penggunaan celana ketat yang membuat wilayah V anda lembab.
ilustrasi : Legal Juice
