twitter  
Profil  

Selasa, 23 Desember 2014 | 10:35 wib
Biskuit Halal, Peluang Bisnis Jangka Panjang


Beberapa waktu lalu, Thailand membuat pernyataan penting yang mengejutkan para pecinta kuliner. Thailand mengklaim sebagai Producer of High Quality Halal Food of The World. Ini karena di Thailand terdapat The Halal Standard Institute of Thailand yang mengurus segala aturan dan standar sertifikasi makanan atau minuman halal layak konsumsi untuk masyarakat muslim dunia. Dalam setahun, Thailand baru mengekspor 100 miliar baht makanan bersertifikat halal. Padahal, kemampuan ekspor negara tersebut bisa mencapai delapan triliun baht bila setiap pengusaha mau mengurus sertifikasi halal. Saat ini, dominasi makanan halal dunia masih dipegang Australia dan Brazil.

Peluang industri makanan halal juga telah dilirik oleh Kokola Biskuit. Pada Sabtu (20/12) Kokola Group kini berupaya memenuhi kebutuhan camilan sehat yang halal dan aman untuk dikonsumsi. Menurut Andi Fian Octavia, Public dan media Relation Kokola Group, Kokola akhirnya merilis varian terbaru yaitu Kukis Kokola Halal. Biskuit yang masuk kategori halal ini tidak menggunakan pemanis buatan, serta telah melalui proses pembuatan berkonsep total food safety yang terbukti menghasilkan berbagai sertifikat keamanan pangan baik berstandar nasional maupun internasional.

Satu diantara standar operasional produksi biskuit Kokola menurut Richard Cahadi, CEO PT Mega Global Food Industry, adalah, sebelum memasuki tempat produksi, pengunjung wajib memakai pakaian bebas bakteri seperti, masker, pembungkus sepatu, pelindung kepala. Bahkan semua aksesoris seperti jam tangan, anting, gelang maupun cincin wajib dilepas. Setelah semua perlengkapan dipakai, pengunjung harus mencuci tangan dengan sabun cair khusus dan setelahnya menggunakan cairan alkohol untuk menjamin kuman-kuman mati 100 persen.

Saat ini Kokola terdiri dari 5 kategori produk yakni cookies, crackers, chocochip, marie, wafer cream dan wafer roll  dengan jumlah varian mencapai 60-an. Richard menjelaskan, untuk menciptakan biskuit yang aman bukanlah persoalan mudah. Proses pembuatan memerlukan sistem kontrol dan disiplin yang kuat dan ketat dalam proses produksi sehari-hari. Beberapa sertifikat internasional seperti ISO 22000 Food Safety, HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points), Sertifikat WQA ver7, serta Sertifikat BRC ver6, dan tentunya Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia dan Sertifikat BPOM sudah dipegang biskuit Kokola. Richard merupakan alumnus jurusan Biscuit Making di Biscuit Institute, Singapura dan Food Safety Training Premisys Consulting itu.