twitter  
Profil  

Rabu, 07 Januari 2015 | 08:29 wib
Minum Obat Flu Bisa Dikira Pakai Narkoba


Konsumsi obat-obatan jenis antibiotik, antidepresan, dan antinyeri ternyata bisa memengaruhi hasil tes narkoba. Mengutip isi jurnal Current Psychiatry pada 2006 diketahui, 5-10 persen hasil positif dalam tes narkoba adalah false postive karena pengaruh obat antibiotik, antidepresan, antinyeri, dan flu.

Antibiotik jenis amoxicillin bisa memberikan hasil false positive dalam tes penyalahgunaan kokain. Sedangkan antibiotik golongan quinolone bisa memberi hasil false positive untuk heroin dan morfin. Begitu juga bila mengonsumsi antidepresan jenis benzodiazepines yang bisa memberikan hasil positif dalam tes amphetamine hingga 21 hari setelah dikonsumsi.

Dalam jurnal Psychiatry pada 2009 juga diketahui, sebanyak 26 pasien yang terdeteksi false positive narkoba sebenarnya mengonsumsi antidepresan sertraline atau Zoloft. Konsumsi pereda nyeri seperti ibuprofen juga memberikan hasil false positive pada tes penyalahgunaan penenang jenis barbiturates, benzodiazepine, dan bahkan marijuana atau ganja. Hasil tes positif penyalahgunaan ganja juga bisa ditemukan pada orang yang mengonsumsi pereda nyeri golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs).

Hati-hati juga dengan penggunaan obat flu, obat pelega tenggorokan seperti dekongestan, dan obat batuk jenis pseudoepfedrine yang bisa terdeteksi sebagai amphetamine dalam tes urine. Obat pilek lainnya, promethazine juga bisa memberikan hasil positif pada tes urine untuk mendeteksi amphetamine.