6 Pemicu Kanker yang Tak Terduga
![]() |
Tapi hati-hati, pilihan deterjen pun wajib Anda perhatikan. Pada 2011, para peneliti menemukan unsur dioxane terkandung di dalam deterjen. Meski unsur ini belum terbukti memicu kanker pada manusia, tapi bahan kimia ini bisa memicu tumor hidung dan tumor hati pada tikus. ''Sebaiknya periksa kembali label deterjen Anda, jika ada kandungan polyethylene, polietilen glikol, PEG, polioksietilena, atau kata yang mengandung 'oxynol' dan 'eth' bisa jadi tanda dioxane tersembunyi di sana,'' papar Sonya.
Selain deterjen dan pakaian, isu mengenai risiko penggunaan styrofoam sudah bukan rahasia. Menurut catatan National Toxicology Program, ada sytrofoam yang mengandung styrene. Ini adalah bahan kimia yang bisa merusak DNA. ''Hindari memanaskan makanan, terutama yang mengandung lemak dalam wadah sytrofoam atau polystyerene sebab styrene akan lebih mudah leleh. Wadah plastik seperti tutup cangkir juga ada yang mengandung polystyrene. Terutama pada wadah yang terdapat angka 6 di bawahnya,'' kata David Andrews dari Enviromental Working Group.
Bila sudah mengetahui keberadaan pemicu kanker pada benda-benda yang kita pakai. Kini giliran menu-menu yang kita konsumsi. Siapa yang tak suka kentang goreng, roti, dan donat? Meski punya rasa nagih, tapi hati-hati. Ada kentang goreng, roti, dan donat yang mengandung akrilamida, bahan kimia untuk mengolah air limbah. Menurut Timothy Fennell, direktur toksikologi RTI International, ketika beberapa makanan kaya karbohidrat dimasak pada suhu tinggi, asparagin asam amino bereaksi dengan gula di dalam makanan. Reaksi kimia akrilimida pada tubuh bisa menyebabkan mutasi DNA yang mengakibatkan kanker. ''Lebih baik gunakan suhu rendah dan waktu memasak yang lebih singkat. Jika makanan digoreng, usahakan jangan sampai terlalu cokelat. Lalu saat mengolah kentang, rendamlah dulu selama dua jam,'' saran Fennell.
Saran untuk merendam bahan pangan juga dipaparkan Michael Hansen, ilmuwan senior di Consumers Union. Menurut Michael, bila Anda merupakan konsumen beras merah, wajib mencuci beras merah dengan air mengalir hingga bersih. Studi dari Costumer Reports menemukan, beberapa merek beras merah ada yang mengandung arsenik dari zat pemutih. Arsenik bisa menonaktifkan sistem perbaikan DNA tubuh sehingga saat sel-sel DNA rusak, selnya tidak dapat diperbaiki sehingga rentan terhadap mutasi kanker.
Senyawa pencetus kanker yang lain adalah Nitrosamin. Nitrosamin dapat terbentuk ketika asam lambung bereaksi dengan nitrat atau nitrit pada tembakau, sosis, dan jenis daging lainnya. Hati-hati juga bila Anda suka memanaskan makanan dalam kemasan dengan microwave.

