Orang Indonesia Makin Sadar Makan Sehat
Semakin banyak masyarakat Indonesia yang peduli kesehatan. Menurut hasil Nielsen's New Global Health and Ingredient-Sentiment Survey, pola makan masyarakat Indonesia saat ini ternyata lebih sehat. Kata Yudi Suryanata, direktur eksekutif Nielsen, masyarakat kini tak segan mengadopsi pola makan khusus demi bisa mengatasi berbagai masalah gangguan kesehatan.
Berdasar hasil survei yang dilakukan, delapan dari sepuluh responden atau 80 persen mengaku mengikuti suatu diet yang membatasi atau melarang konsumsi makanan atau minuman tertentu. Sebanyak 48 persen responden mengatakan, mereka memiliki alergi dengan jenis makanan tertentu sehingga mendorong mereka menerapkan suatu jenis diet khusus.
Bila dahulu kebanyakan alergi yang diketahui adalah udang, namun hasil survei menunjukkan 17 persen responden lebih alergi terhadap kerang. Kemudian alergi paling banyak dialami diantaranya alergi telur sebesar 15 persen, lalu alergi ikan 13 persen.
Alasan lain yang mendasari motivasi diet diantaranya status halal makanan, yang diyakini oleh 50 persen responden. Selain faktor halal, responden juga mulai mempertimbangkan kandungan lemak, gula, karbohidrat, serta memperhatikan bahan tambahan pangan di dalam makanan.
Hasil survei sebesar 70 persen responden akan menghindari makanan berpengawet, 72 persen menghindari perisa buatan, dan 71 persen menolak pewarna buatan. Tren makan sehat di Indonesia sejalan dengan kecenderungan yang terjadi secara global.
Nielsen dalam survei global mencatat, 68 persen responden bersedia membayar lebih untuk medapatkan makanan dengan kandungan yang sesuai diet mereka. Hal yang paling memotivasi masyarakat untuk berdiet diantaranya karena makin banyaknya penyakit degeneratif akibat gaya hidup tak sehat seperti obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Sebanyak 70 persen responden mengaku mereka menjalani diet untuk menghindari berbagai penyakit mematikan tersebut.
