Hitung Risiko Kanker Payudara dengan Kalkulator
Oktober diperingati sebagai bulan peduli kanker payudara. Para peneliti memprediksi, tahun ini akan ada sekitar 231.840 kasus kanker payudara baru. Dugaan peneliti, 40 ribu kasus diantaranya berujung kematian. Hingga saat ini, deteksi dini kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (sadari), USG, dan mamografi memang lebih digencarkan. Ini karena dari kebanyakan kasus yang terjadi, kanker payudara baru diketahui setelah muncul tanda. Dimana pada saat itu justru sel kanker umumnya sudah berada di stadium dua lebih.
Untuk membantu wanita lebih mudah mengetahui risiko kanker payudara, Charlotte Gard, PhD, asisten profesor di New Mexico State University membuat kalkulator online untuk mendeteksi risiko kanker payudara. Cara penggunaannya, Anda akan diminta mengisi enam pertanyaan seputar umur, etnis dan ras, riwayat keluarga yang terkena kanker, apakah Anda pernah melakukan biopsi payudara, serta kepadatan payudara.
Perempuan yang berusia 35 hingga 74 tahun bisa mengambil tes ini. Hanya dalam satu menit saja Anda sudah bisa mengetahui hasilnya. Pihak pembuat kalkulator ini berkata bahwa alat ini sangat akurat dalam memprediksi kemungkinan seorang perempuan terkena kanker payudara. Elemen terpenting dari kalkulator ini adalah mengukur kepadatan payudara. Menurut American Cancer Society, perempuan yang memiliki kepadatan payudara tinggi lebih kecil mengidap kanker payudara.
