twitter  
Profil  

Selasa, 14 Maret 2017 | 10:32 wib
Hipertensi Meneror Wanita


Kapan terakhir Anda mengukur tekanan darah? Keluhan tekanan darah tinggi ternyata lebih banyak berisiko pada wanita. Dalam kurun waktu antara 2000-2025 diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi sebanyak 9 persen pada pria dan 13 persen pada wanita. Sayangnya, pengetahuan masyarakat tentang hipertensi atau tekanan darah tinggi masih rendah.

Menurut Arieska Ann Soenarta, ahli hipertensi dan pendiri Indonesian Society of Hipertensi (InaSH), hipertensi jadi faktor penyebab terjadinya penyakit Kardio-Cerebro-Vascular (KCV). ''Kematian di dunia sebagian besar disebabkan oleh penyakit KCV, baik pada pria maupun wanita. Dalam kurun waktu antara tahun 2000-2025 diperkirakan akan terjadi peningkatan prevalensi sebanyak 9 persen pada pria dan 13 persen pada wanita," ungkapnya.

Kata Tunggul Situmorang, Wakil Ketua InaSH, hipertensi pada wanita bisa berupa hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer umumnya karena faktor keturunan dan tidak diketahui penyebabnya (essential hypertension), sedangkan hipertensi sekunder penyebabnya bisa diketahui.

''Data dari Indonesian Renal Registry (IRR) menunjukkan bahwa di Indonesia Hipertensi (37%) dan Diabetes (27 %) merupakan penyebab utama terjadinya Gagal Ginjal Kronis (GGK) tahap akhir yang menjalani dialisis,'' kata Tunggul.

"Kurang lebih 40 persen kasus stroke, 39 persen kasus infark jantung, dan 28 persen gagal ginjal tahap akhir, disebabkan oleh hipertensi. Jika hipertensi tidak ditangani dengan baik, selain berakibat fatal pada jantung, otak dan ginjal, maka hipertensi akan menimbulkan komplikasi dan beban biaya yang besar seperti cuci darah dll,'' kata Tungguh menjelaskan.