twitter  
Profil  

Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:17 wib
Mencegah Sakit Lutut Akibat Radang Sendi dengan Jalan Kaki
 

Nyeri lutut yang sering terjadi akibat radang sendi lebih kecil kemungkinannya berkembang pada orang yang berusia di atas 50 tahun jika rutin berjalan kaki untuk berolahraga, dibandingkan dengan mereka yang tidak berjalan kaki. Setidaknya itulah temuan dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Arthritis and Rheumatology.

Tim peneliti menemukan bahwa mereka yang berjalan untuk berolahraga 40% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami nyeri lutut baru yang sering terjadi dibandingkan dengan mereka yang tidak berjalan kaki. Menurut Dr. Grace Hsiao-Wei Lo,  asisten profesor imunologi, alergi dan reumatologi sekaligus penulis pertama studi tersebut, seperti dikutip dari foxnews.com pada Kamis (9/6), temuan ini sangat berguna bagi orang yang memiliki bukti radiografi osteoartritis tetapi tidak memiliki rasa sakit setiap hari di lutut mereka. Osteoarthritis sendiri adalah bentuk arthritis yang paling umum, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).  Ini melibatkan "keausan" permukaan sendi di lutut yang dapat membuat peradangan di sekitar permukaan sendi, mengikis tulang rawan, dan berkontribusi pada rasa sakit. Pencegahan adalah kuncinya, namun, kalau Anda  sudah mengalami nyeri lutut setiap hari, tetap masih ada manfaat dari berjalan kaki. Tim juga menemukan bahwa mereka yang berjalan untuk berolahraga memiliki lebih sedikit kerusakan pada persendian mereka, berdasarkan temuan x-ray.  

Dr Lo juga mengatakan bahwa jalan kaki untuk berolahraga juga memiliki manfaat kesehatan lainnya.  Ini termasuk peningkatan kesehatan kardiovaskular dan penurunan risiko obesitas, diabetes dan beberapa jenis kanker, yang merupakan alasan mengapa CDC merekomendasikan aktivitas fisik.

(Media Indonesia)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.