twitter  
Profil  

Senin, 31 Oktober 2022 | 14:54 wib
Basha Market Sukses Bangkitkan Kembali Produk Lokal Indonesia
 

Basha Market merupakan event bazaar yang mempertemukan brand lokal dengan konsumen serta berkolaborasi. Basha sudah menemani para pegiat industri kreatif tanah air sejak tahun 2014 dan Basha Market di Surabaya berhasil digelar sebanyak 12 kali. Basha Market juga sempat mengganti format menjadi online event dikarenakan pandemi, akhirnya di penghujung Oktober 2022, Basha Market hadir untuk mengobati kerinduan baik dari brand lokal yang berpartisipasi maupun konsumen yang hadir Jumat (28/10/22) lalu.

Basha Market tahun ini sukses diadakan selama tiga hari mulai hari Jumat (28/10/22) hingga Minggu (30/10/22) di Convention Center Tunjungan Plaza 3 Lv.6. Pengunjung yang hadir sangat antusias untuk mengenal dan membeli produk lokal yang berkualitas di Basha Market. Begitu juga dengan antusiasme brand lokal yang ingin berpartisipasi sangat tinggi.  Christine Erin, Co-Founder Basha menyebutkan banyak brand-brand baru yang daftar dan masuk dalam kurasi Basha Market kali ini. 

“Kita cukup terkejut banyak sekali brand-brand baru yang daftar ke Basha Market, yang rata-rata kebanyakan lahir saat pandemi kemarin”, kata Erin. 

Erin melihat dampak dari adanya pandemi kemarin cukup menjadi pukulan kuat bagi para industri kreatif, namun di sisi lain Erin yakin segalanya akan pulih karena nafas indsutri kreatif tidak akan pernah berhenti. 

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman brand lokal yang luar biasa. Lahirnya banyak brand baru menjadi sebuah bukti bahwa semua mencari jalan keluar untuk kondisi tidak terduga kemarin dan semangat itulah yang perlu didukung bersama-sama”, lanjut Erin.

Salah satu brand lokal yang juga turut terdampak pandemic dan meramaikan Basha Market adalah Revolt Industry. Stephen Firmawan dari Revolt Industry menyampaikan bahwa pandemi adalah masa yang cukup berat, ditambah banyaknya narasi bermunculan untuk berhemat, tidak pergi ke mall, dan menggencarkan menabung menyiapkan tabungan darurat, dan sebagainya. Stephen dan Revolt Industry merasakan selama pandemi tiada hari tanpa kabar buruk dan terus memutar otak untuk bertahan di tengah badai. 

“Kembalinya Basha Market secara luring bukan hanya menjadi tanda kegiatan ekonomi berangsur membaik,  tetapi saya berharap juga menjadi titik balik kembalinya kesempatan brand lokal untuk bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi, serta terpacu untuk brekreasi dalam mewujudukan ekonomi kreatif Surabaya yang hebat,” kata Stephen saat ditemui di pembukaan Basha Market Jumat (28/10/22) lalu. 

Basha Market berjalan lancar dan meriah, diikuti oleh 167 brand lokal yang datang dari penjuru Indonesia. Ditambah dengan tema yang menarik tahun ini yaitu “Monopoli” yang membawa semangat dan harapan untuk brand lokal juga dapat “memonopoli” pasar ekonomi, tidak hanya nasional tapi juga internasional. Antusias warga Surabaya yang berbelanja di Basha Market juga sangat diapresasi, karena bukan hanya sekedar berbelanja, tetapi juga turut membangkitkan ekonomi dan mendukung penuh brand lokal untuk pulih kembali.

(Naura Alissa)