twitter  
Profil  

Senin, 11 Mei 2026 | 12:57 wib
Gelar East Java Junior Padel 2026, PBPI Jatim Siapkan Regenerasi Atlet
 
 

Ibu, untuk pertama kalinya, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur bersama Atom Sports Center Pasar Atom Surabaya, menggelar East Java Junior Padel 2026 pada 9–10 Mei 2026.

Turnamen yang berlangsung di Atom Sports Center ini menghadirkan kompetisi kategori usia 12 hingga 20 tahun untuk putra maupun putri. Selain menjadi ajang pertandingan, event ini juga menjadi momentum perkembangan olahraga padel di Indonesia yang kini resmi berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai anggota ke-74 sejak Rakernas 2024.

 
 

Ketua Umum PBPI Jawa Timur, Rudie Risdianto mengatakan, East Java Junior Padel 2026 menjadi event perdana yang diharapkan dapat menjadi acuan penyelenggaraan turnamen berikutnya dengan standar yang lebih kompetitif.

“Acara Junior Padel Jawa Timur, ini event pertama kita, jadi kita berharap event ini nanti jadi acuan untuk event-event berikutnya yang lebih baik dan lebih kompetitif lagi dengan format-format yang akan disesuaikan sesuai standar dari FIP (Federación Internacional de Pádel) internasional,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (9/5/2026).

Dalam turnamen ini Bu, panitia menghadirkan salah satu format pertandingan menarik yakni Americano Series, di mana pemain akan terus berganti pasangan di setiap ronde. Menurut Rudie Risdianto, sistem tersebut dipilih sebagai tahap awal pembinaan sekaligus memberi kesempatan atlet muda menemukan pasangan bermain yang cocok.

“Saya berharap nanti dengan turnamen hari ini mereka bisa menemukan pasangan-pasangan yang sesuai. Dan di turnamen berikutnya kita sudah bisa pakai format resmi dari PBPI Pusat dan FIP,” sambung Rudie.

PBPI Jatim juga mendorong terbentuknya klub-klub padel sebagai wadah pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Rudie menilai keberadaan klub penting untuk memperbanyak sparing dan meningkatkan daya saing atlet muda.

“PBPI akan mendorong berdirinya klub-klub padel, dan pastinya kalau klub-klub itu sudah berdiri, kompetisi akan lebih kompetitif lagi,” ucapnya.

Sementara itu Bu, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil menegaskan pentingnya memperbanyak kompetisi untuk mempercepat pembinaan atlet padel di Jawa Timur.

 
Rudie Risdianto, Ketum PBPI Jatim (kaos putih) & Muhammad Nabil, Ketum KONI Jatim (kaos hitam)

“Sebanyak mungkin mengadakan kompetisi, minimal empat kali dalam setahun, kalau bisa lebih bagus,” tuturnya.

Menurut Nabil, semakin sering kompetisi digelar maka proses seleksi atlet berprestasi akan terjadi secara alami. Ia juga meminta agar penyelenggaraan turnamen tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan fokus pada pencapaian prestasi olahraga.

“Karena yang mengadakan pengprov (pengurus provinsi PBPI) secara resmi,” ujar Ketum KONI Jatim ketika dijumpai awak media.

Nabil optimistis olahraga padel akan melahirkan banyak prestasi. Ditambahkannya, sejumlah atlet padel saat ini juga berasal dari cabang olahraga tenis dan telah memiliki pengalaman di level internasional, seperti Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies.

“Di tenis mereka levelnya sudah juara Sea Games,” katanya.

Perlu Ibu ketahui, selain pertandingan, event East Java Junior Padel 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas lain seperti free coaching clinic, main bareng (mabar), dan trial head ball. Dengan konsep pertandingan yang dinamis dan fokus pada pembinaan atlet muda, turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga yang menarik di Surabaya tahun ini. 

(Roni)