twitter  
Profil  

Senin, 04 Mei 2026 | 12:12 wib
Miss Grand Indonesia Jawa Timur 2026 Lahirkan Perempuan Berwawasan Unggul dan Berintegritas
 

Malam Grand Final Miss Grand Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Graha Unesa Surabaya, Sabtu malam (2/5), berlangsung sukses. Ada 12 finalis tampil memukau memperebutkan mahkota ditingkat provinsi. Penilaian tidak hanya pada standart kecantikan fisik namun juga dari berbagai aspek.

Arie Hidayat selaku Ketua Dewan Pembina Miss Grand Jawa Timur 2026 menegaskan, penilaian dalam Miss Grand Jawa Timur tidak hanya berfokus pada penampilan fisik peserta. Wawasan, karakter, hingga integritas menjadi faktor utama dalam menentukan pemenang.

“Kami tidak hanya menilai fisik. Wawasan dan integritas juga sangat memengaruhi. Kami ingin menghadirkan sosok perempuan Jawa Timur yang mumpuni, berwawasan luas, dan punya integritas untuk membawa nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arie.

 

Arie mengatakan jika proses penilaian dilakukan secara menyeluruh sejak masa karantina. Bahkan, kontribusi penilaian grand final hanya sekitar 30 persen dari total keseluruhan.

“Yang dilihat adalah keseluruhan. Tidak bisa sepotong-sepotong. Mulai dari karantina kami menilai interaksi sehari-hari, perkembangan penampilan, hingga bagaimana peserta membawa diri,” kata Arie.

Sosok Gista Alisa saat malam itu yang akhirnya resmi terpilih sebagai Miss Grand Jawa Timur 2026. Salah satu penampilan Gista yang berhasil memukau dewan juri adalah ketika ditanya mengenai langkah yang akan diambil saat melakukan kesalahan besar, apakah mempertahankan citra atau meminta maaf. 

 
 

Gista memilih mengutamakan permintaan maaf.Menurut dia, citra dapat dibangun kembali, sedangkan permintaan maaf merupakan bentuk tanggung jawab dan kejujuran seseorang.

“Kita tidak bisa mementingkan citra karena orang akan melihat bagaimana keberanian kita mengakui sebuah kesalahan. Citra bisa dibangun lagi, sedangkan mengakui kesalahan adalah bentuk tanggung jawab dan kejujuran,” kata Gista.

Kemampuan berpikir kritis dan integritas pribadi inilah yang menjadi momen perhatian dewan juri terjadi saat sesi tanya jawab final. Arie menyebut Gista memang layak keluar sebagai juara karena menunjukkan performa paling konsisten selama masa karantina.

“Selama karantina nilainya tertinggi. Mulai dari public speaking, attitude, catwalk, sampai pembawaan evening gown sangat bagus. Dia bisa membawakan busana dengan sangat baik,” kata Arie.

Setelah menyandang gelar Miss Grand Jawa Timur 2026, Gista akan melanjutkan perjuangannya melawan para pemenang dari provinsi lain di ajang Miss Grand Indonesia mewakili Jawa Timur. 

Arie berharap Gista mampu meraih prestasi di tingkat nasional hingga menembus ajang internasional. “Harapannya Gista bisa menang di tingkat nasional dan lanjut ke internasional yang rencananya digelar di India,” pungkas Arie.

(Yosan)