twitter  
Profil  

Selasa, 25 Juli 2023 | 12:48 wib
Jazz Gunung 2023 Memantapkan Diri Dalam Konsistensi Lokalitas Karya
 

Acara Jazz Gunung Bromo 2023 telah berlangsung sukses dan meriah selama dua hari, 21-22 Juli 2023. Hari pertama Jazz Gunung Bromo 2023 dibuka dengan acara etnik lokal melalui penampilan spesial Salma Salsabil, juara Idol 12 yang merupakan anak muda asli Probolinggo dan pembukaan Pasar Batik Bromo.

 

Pelaksanaan Pasar Batik Bromo di Jazz Gunung Bromo 2023, merupakan aktivitas yang menjadi pembeda dengan acara jazz sebelum-sebelumnya. Sigit Pramono, founder Jazz Gunung Indonesia sekaligus Penggagas Pasar Batik Bromo memiliki inisiatif melestarikan batik lewat acara musik di Bromo. Salah satu batik yang hampir punah adalah Batik Rifaiyah. Batik Rifaiyah merupakan batik asal Batang, Jawa Tengah. Batik ini diperkenalkan lewat salah satu acara bernama Pasar Batik Bromo dan pembukaan Rumah Batik Afifah yang ada di Jiwa Jawa Resort Bromo. Pengunjung ditawarkan untuk ikut tiga aktivitas di sini. Pengunjung lokal maupun internasional bisa berbelanja batik, mengunjungi Rumah Batik Afifah, workshop batik dan bincang bersama melestarikan batik Rifaiyah.

 

 

Setelah penampilan Salma, selanjutnya disusul oleh penampilan Deredia, Mus Mujiono bersama SweetSwingNoff dan Jazzer asal Belanda, Henk Kraaijeveld Quartet. Ia mengenakan setelan jas hijau dan bercerita tentang Saidjah dan Adinda, sebuah karya Douwes Dekker dalam buku Max Havelaar yang diangkat dalam sebuah lagu berjudul ‘Saidjah’s Song’. Penonton menyambut hangat Henk dengan bertepuk tangan riuh sambil bernyayi bersama. Setelah penampilan Henk, selanjutnya ada penampilan special dari Blue Fire Project by Bintang Indrianto feat. Atiek CB. 

 

Pada malam hari Ardhito Pramono tampil bernyanyi bersama Margie Segers, diva jazz lawas era 70-an. Meski datang dari generasi yang berbeda, keduanya serasi menyanyikan tembang lagu Margie berjudul ‘Kata Hatiku’. Bagi Ardhito, musik jazz adalah rumah untuk dirinya. “Saya sangat merindukan musik-musik jazz yang sarat unsur tradisionalnya seperti yang dibawakan Guruh Gipsy pada eranya,” ungkap Ardhito usai tampil.

 

Sementara di hari kedua gelaran Jazz Gunung Sabtu 22 Juli 2023 dibuka oleh Jeremie Ternoy Trio, Personel grup legendaris MAGMA. Hari kedua gelaran Jazz Gunung Bromo 2023 didominasi oleh penampilan yang sarat dengan kolaborasi. Pertama kolaborasi  dari Margie Segers & Ermy Kullit feat. Yonkeys, kedua Varnasvara feat. Daniel Dyonisius yang memiliki nuansa jazz rock dan bereksplorasi pada harmoni alat musik tradisional seperti tehyan dan kenong dengan musik elektronik dan bahasa musik daerah di Indonesia, kemudian untuk kolaborasi ketiga yaitu band funk jazz rock asal Prancis, SECOND BRAIN dengan tiga pemain alat musik tiup asal Indonesia, Ricad Hutapea, Eggy Bayu, dan Parti Aditia Faoth yang sangat skillful. 

 

Sementara Ring of Fire Project selalu menjadi api membara di setiap penampilannya pada Jazz Gunung Bromo. Jama'ah Al-Jazziyah, sebutan bagi penonton Jazz Gunung Bromo tak kuasa menahan goyang dan sing along saat Denny Caknan benyanyi lagu ‘Los Dol’ bersama Ring of Fire Project. Sebagai penutup Jazz Gunung Bromo 2023, Yura Yunita berhasil membuat Jama'ah Al-Jazziyah sesekali meneteskan air mata haru dan ekspresi penuh suka cita dengan lagunya yang sarat akan makna hidup, cinta, dan pencarian jati dirinya. Para penonton terlihat begitu terkesan dengan pagelaran Jazz Gunung Bromo di tahun ini. 

 

 

Sampai jumpa di Jazz Gunung Bromo di tahun depan! 

(Foto dan press release Jazz Gunung)