Tak Hanya Kulit, Kolagen Manusia Rekombinan Pertama di Indonesia Tawarkan Investasi Kesehatan Menyeluruh
|
Tren perawatan kecantikan berbasis teknologi modern yang tidak hanya berfokus pada perawatan dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh. Kali ini kita berkenalan dengan Neotiva RH Collagen, produk kolagen manusia rekombinan (recombinant human collagen) pertama di Indonesia. Dalam acara pre-launching produknya, PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI) mengenalkan generasi baru teknologi kolagen yang diklaim mampu mendukung kesehatan dan struktur kulit dari dalam.
Jennifer Nathalie selaku CEO PT Supio Cosmetics Indonesia (SCI), mengatakan kebutuhan masyarakat modern terhadap perawatan kecantikan terus berkembang. Karena itu, pendekatan berbasis kesehatan kulit secara menyeluruh dinilai semakin relevan.
"Modern people need modern solutions. Kita ingin memperkenalkan pentingnya kolagen di kehidupan sehari-hari, karena setiap aktivitas yang kita lakukan sejak keluar rumah itu sebenarnya membutuhkan kolagen," kata Jennifer, Rabu (3/6).
|
Jennifer mengatakan Neotiva RH Collagen hadir dengan konsep beauty from within yang tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga mendukung kesehatan kulit dari dalam tubuh.
“Neotiva RH Collagen dikembangkan dengan teknologi RH Collagen atau Human-like Collagen yang dirancang menyerupai struktur kolagen manusia. Kami ingin menghadirkan produk yang menggabungkan inovasi berbasis sains dengan standar kualitas dan keamanan yang tinggi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, dokter Isabella Rosellini, MH, CMC, Founder Avery Clinic juga menambahkan, jika kolagen merupakan salah satu protein utama dalam tubuh yang tidak hanya ditemukan pada kulit, tetapi juga pada tulang, otot, tendon, ligamen, dan berbagai jaringan lainnya.
“Banyak masyarakat yang menganggap kolagen hanya berkaitan dengan kecantikan kulit. Padahal kolagen berperan penting dalam menjaga struktur dan fungsi berbagai jaringan tubuh. Ketika produksinya menurun, dampaknya tidak hanya terlihat pada kulit, tetapi juga pada kesehatan jaringan tubuh secara keseluruhan,” jelasnya.
Kata dokter Isabella, produksi kolagen alami tubuh mulai mengalami penurunan sejak usia sekitar 25 tahun dan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Karena itu, pemenuhan kolagen menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas kulit dan kesehatan jaringan tubuh secara menyeluruh.
Disisi lain dokter Daniel Widiyanto, Sp.And., Founder Facena Beauty Clinic, juga menjelaskan bahwa perkembangan dunia estetika saat ini telah memasuki era teknologi recombinant collagen atau Human-like Collagen yang memiliki struktur mendekati kolagen alami manusia. Menurut Daniel, selama ini berbagai metode perawatan dilakukan untuk merangsang pembentukan kolagen, mulai dari penggunaan skincare hingga berbagai tindakan estetika. Namun teknologi terbaru memungkinkan hadirnya kolagen yang telah dirancang menyerupai kolagen manusia sehingga memiliki tingkat kompatibilitas yang lebih baik dengan tubuh.
|
“Konsep terbaru dalam dunia estetika bukan hanya merangsang pembentukan kolagen, tetapi juga menghadirkan kolagen yang memiliki struktur mirip dengan kolagen manusia. Ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam teknologi regeneratif dan estetika modern,” kata dr. Daniel.
Daniel mengibaratkan perawatan kolagen sebagai investasi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. “Perawatan kolagen itu seperti menabung atau memiliki asuransi. Tujuannya bukan untuk mendapatkan hasil instan, tetapi menjaga kondisi kulit dan jaringan tubuh agar tetap sehat dalam jangka panjang,” katanya.
Selama ini tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memilih membeli produk kolagen dari luar negeri karena dianggap memiliki kualitas lebih baik. Namun kini, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh mencari produk serupa karena Neotiva RH Collagen hadir dengan teknologi Human-like Collagen yang diproduksi di Korea Selatan dan tersedia secara resmi di Indonesia dengan sertifikasi halal sehingga konsumen merasa aman dan nyaman.
“Yang paling penting adalah kualitas produk, teknologi yang digunakan, dan konsistensi penggunaannya. Saat ini masyarakat Indonesia sudah memiliki akses terhadap produk-produk yang menggunakan teknologi modern sehingga tidak harus selalu mencarinya ke luar negeri,” pungkas dr. Daniel.
(Yosan)



