twitter  
Profil  

Kamis, 17 September 2026 | 12:11 wib
Batik Berlayar di Surabaya Ruang Pamer Puncak Hari Batik Nasional 2026
 

Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Komite Hari Batik Nasional 2026 akan menghadirkan rangkaian perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Tahun ini, HBN mengangkat Batik Tulungagung sebagai salah satu fokus utama sekaligus memperkenalkan kekayaan batik Jawa Timur melalui rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, kreativitas, teknologi, dan pengalaman di ruang publik.

Mengusung semangat membawa batik semakin dekat dengan generasi muda, HBN 2026 tidak hanya mengajak masyarakat untuk mengenal dan mengenakan batik, tetapi juga menghadirkan batik sebagai sebuah pengalaman budaya yang dapat dilihat, dipelajari, dinikmati, dan dialami bersama. Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Gita Pratama Kartasasmita menjelaskan, HBN 2026 dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

"Kami ingin menjadikan ruang pengalaman. Batik berlayar menjadi salah satu cara membawa batik keluar dari ruang pamer dan hadir di ruang publik ikonik Surabaya," kata Gita.

Surabaya ditetapkan sebagai tuan rumah HBN 2026 sebagai langkah awal menuju konsep perayaan Hari Batik Nasional yang dapat diselenggarakan secara bergilir di berbagai provinsi di Indonesia. 

Gita menjelaskan konsep perayaan HBN 2026 dikemas mengikuti perkembangan zaman agar lebih menarik. "Kami ingin perayaannya terasa lebih dekat, lebih hidup, dan tentu saja lebih menyenangkan, terutama bagi generasi muda. Kami ingin mereka mencintai batik bukan karena keharusan, tetapi karena menemukan alasan sendiri untuk mencintainya," kata Gita.

 
 

Sementara Ir. Wirasno selaku Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2026 menjelaskan bahwa penyelenggaraan di Surabaya diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi batik, memperkenalkan kekayaan wastra daerah, serta memperkuat semangat “Bangga Berbatik” di seluruh Indonesia.

“Pameran akan menghadirkan karya para perajin, khususnya dari Jawa Timur, sebagai ruang apresiasi sekaligus sarana untuk meningkatkan eksposur dan memperluas akses pasar bagi para pelaku batik,” jelasnya.

Pameran Hari Batik Nasional 2026 yang berlangsung pada 30 September - 4 Oktober 2026 di Grand Atrium dan Corridor Plaza Tunjungan 3, Surabaya. Pameran akan menghadirkan pendekatan yang lebih interaktif dengan memadukan teknologi dan kreativitas, antara lain melalui panggung interaktif berbasis teknologi LED dan LED floor yang menghadirkan kekayaan visual batik dalam pengalaman ruang yang dinamis dan imersif.

Beragam program edukatif, kreatif, dan hiburan juga akan mengisi pameran, mulai dari fashion show, Reels Competition, workshop digital UMKM berbasis teknologi AI, pertunjukan musik dan seni, kegiatan kreatif untuk anak-anak, hingga berbagai program yang mempertemukan batik dengan dunia industri dan ekonomi kreatif.

HBN 2026 akan mencapai puncaknya pada Jumat, 2 Oktober 2026 melalui “Batik Berlayar”. Batik Berlayar merupakan perayaan budaya yang membawa batik keluar dari ruang pamer dan hadir di ruang publik melalui Sungai Kalimas Surabaya. Kegiatan akan dimulai dari Taman Prestasi dan berakhir di Monumen Kapal Selam (Monkasel). Para tamu akan mengikuti perjalanan menggunakan perahu yang dihias dengan ornamen Batik Jawa Timur, menyusuri Sungai Kalimas sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer.

“Batik Berlayar dirancang bukan sekadar sebagai parade budaya, melainkan sebagai sebuah pengalaman budaya. Sepanjang perjalanan dari Taman Prestasi menuju Monkasel, para tamu akan menikmati suasana Sungai Kalimas yang dihidupkan melalui berbagai pertunjukan seni, musik, perkusi, tari, serta permainan cahaya. Dengan demikian, perjalanan menyusuri Kalimas tidak hanya menjadi perpindahan dari satu titik ke titik lainnya, tetapi menjadi bagian dari pengalaman budaya itu sendiri,” kata Wirasno.

 

Mengangkat tema “Batik Jawa Timur”, dekorasi perahu akan merepresentasikan keberagaman motif, warna, serta filosofi batik yang menjadi ciri khas berbagai daerah di Jawa Timur.

Berbagai kesenian khas Jawa Timur juga akan hadir di sejumlah titik sepanjang rute. Mulai dari pertunjukan perkusi SMA Taruna Nala Malang di titik keberangkatan, Tari Remo di Dermaga Taman Prestasi, Musik Kolintang di Dermaga Laksamana, Hadrah di Taman Bank Jatim, hingga Musik Perkusi di area Patung Sura dan Baya & Skate Park. Setibanya di Monumen Kapal Selam, para tamu akan disambut dengan kesenian Reog Ponorogo. Kawasan Monkasel juga akan menghadirkan Festival Kuliner dan Bazaar UMKM, yang menampilkan kuliner khas Jawa Timur serta produk kreatif lokal.

(Yosan)