Botox Non Babi, Inovasi Kecantikan dan Kesehatan Wanita Berhijab
|
Ibu, sudah tahu belum tentang perawatan botox? Botox adalah perawatan kecantikan yang berguna untuk mengurangi dan menghilangkan kerutan dan garis halus di area wajah. Prosedur botox biasanya berhubungan dengan otot area wajah seperti alis, area bawah mata, dahi serta leher. Selain itu Bu, botox juga bisa memberikan efek tirus untuk area otot rahang yang terlalu besar. Botox merupakan protein yang diproduksi oleh bakteri Clostridium Botulinum, yang bekerja melalui agen neurotoxin, yang mampu menghambat sinyal asetikolin antara saraf otak menuju otot.
Tindakan botox dapat dilakukan oleh remaja mulai usia 17 tahun. Untuk melakukan tindakan botox, tak perlu menunggu kerutan wajah terlihat dulu loh Bu, Ibu bisa melakukannya sejak awal usia 20an supaya mencegah terjadinya kerutan di wajah. Tak hanya berfungsi sebagai prosedur kecantikan, botox juga menjadi solusi di bidang medis seperti mengatasi sakit kepala karena saraf otak, migrain, mata juling, blefarospasme (kontraksi kelopak mata), inkontinensia urine (disfungsi kandung kemih), keringat berlebih, hingga gangguan tidur (bruxism).
Menjadi perawatan favorit dari masa ke masa dan memiliki banyak manfaat, tetapi masih saja terdapat pro-kontra mengenai prosedur perawatan ini. Hal tersebut dikarenakan botox memiliki serum yang mengandung zat hewani yakni babi ataupun darah manusia. Mengetahui hal tersebut, membuat muslimah atau wanita berhijab enggan untuk melakukan botox, karena hukumnya haram dalam Islam. Namun dengan seiring berkembangnya zaman dan teknologi, dunia kecantikan juga ikut berinovasi dan berkembang. Kini Bu, terdapat inovasi botox baru yang non babi dan terjamin kehalalalannya. Hal ini dilakukan oleh dr. Dwi Wijayanto selaku dokter estetika dari Facena Beauty Clinic dan dr.Daniel Widiyanto Sp. And, founder dan dokter estetika dari Facena Beauty Clinic yang ingin memberi solusi dan jawaban terhadap kegelisahan masyarakat muslim. Mereka bekerjasama dengan penggerak laboratorium khusus bahan botox dan perusahaan yang memiliki sertifikasi halal dan melalui proses yang ditentukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
|
dr. Dwi Wijayanto serta dr. Daniel memperkenalkan inovasi dari PT Kalbe Farma, yaitu Lanzox, yang mana kandungan botoxnya telah dipastikan masuk dalam kategori non-babi. “Selama proses pembuatan, gen hewan dilenyapkan melalui proses chemical lab, makanya di hasil akhir bahannya jadi, gen ini hilang 100% bahkan 1000%” ucap dr. Dwi Wijayanto. Meskipun belum/tidak mendapatkan sertifikasi halal seperti yang dicantumkan dalam MUI, produsen menjamin hal tersebut dengan adanya Sertifikat Analisa dari Pharma Metric Labs bulan Juli 2023 lalu tentang identifikasi DNA gen babi, yang hasilnya adalah negatif. Sehingga bahan-bahannya secara praktikal telah lolos, sesuai kutipan dalam LPPOM MUI, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 28 tahun 2011 tentang Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh, dikarenakan tidak melawan syarat-syarat syariat.
dr. Daniel dan tim dokter Facena Beauty Clinic berharap dengan edukasi terbaru prosedur botox non-babi ini, wanita berhijab bisa lebih tenang dengan prosedur botox, serta bijaksana dalam memilih dan mempertanyakan bahan botox yang digunakan untuk wajah atau tubuh mereka di klinik-klinik kecantikan selain Facena. Sehingga kaum muslimah juga bisa menikmati manfaat kecantikan atau mungkin mengatasi permasalahan medis dengan bahan yang tepat, yaitu memenuhi syarat dan hukum Islam.
(Putri)


