Belajar Dari Kasus Bullying Siswa SMPN Surabaya, Ini Tips Pencegahan Agar Tak Terulang Lagi
|
Miris! Perundungan kembali terjadi, seorang siswa di salah satu SMP Negeri di Surabaya menjadi korbannya. Perundungan dilakukan oleh enam teman satu kelasnya. Siswa SMPN berusia 14 tahun itu mengaku dirinya di-bully sejumlah temannya di sekolah. Mulai dari kekerasan fisik seperti dipukul dan ditendang, hingga perlakuan yang mengarah pada tindakan asusila. Polisi saat ini tengah menyelidiki dugaan kasus tersebut.
Berdasarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), tindakan bullying adalah penindasan atau risak (merunduk) yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau sekelompok yang lebih kuat. Tindakan ini dilakukan terus menerus dengan tujuan untuk menyakiti. Jadi bagaimana menghindari bullying? Melansir dari laman Halodoc, lakukan pencegahan bullying secara menyeluruh dan terpadu. Langkah preventif ini bisa mulai dari anak, keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pencegahan melalui anak
Ajari anak agar mampu mendeteksi potensi terjadinya bullying sedini mungkin. Dorong mereka agar bisa melawan tindakan perundungan yang menimpanya. Hindari juga kelompok yang suka merundung.
Pencegahan di sekolah
Bangun komunikasi efektif antara guru dan murid.
Rutin membuka ruang diskusi dan ceramah mengenai perilaku bully di sekolah. Ciptakan suasana lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif.Pastikan guru memberikan contoh pada murid dengan menghargai seluruh anggota sekolah.
Pencegahan di masyarakat
Membangun kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak, mulai dari tingkat desa atau kampung. Ajarkan kelompok muda untuk melakukan berbagai kegiatan sosial. Membangun kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak. Caranya bisa dimulai dari tingkat desa/kampung (Perlindungan Anak Terintegrasi Berbasis Masyarakat : PATBM).
Ibu, berbagai tindakan sebagai langkah pencegahan karena perundungan perlu anak-anak kenal sejak dini, jika perlu minta pertolongan ahli, ya.
(Manda)

