twitter  
Profil  

Jumat, 03 Januari 2025 | 09:57 wib
Curhat dan Siasat Ibu-Ibu Menghadapi Kenaikan Harga, Mulai Berburu Diskon dan Membandingkan Harga
 

Duh, harga sembako kini mulai merangkak naik! Jadi Bu, harga sembako dikhawatirkan kembali naik sebagai imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai yang menjadi 12 persen. Meskipun sembako tidak terkena PPN 12 persen, namun distributor maupun pedagang diprediksi akan meningkatkan harga barang.  Tingginya harga bahan pokok jelas membuat pengeluaran rumah tangga ikut membengkak. Hal ini membuat ibu-ibu memutar otak mencari alternatif, termasuk Iin pelaku UMKM yang berjualan kue-kue basah.  

”Seperti biasa. Tahun baru, harga di pasaran baru juga. Jadi naik semua,” ceritanya. Karena sudah terbiasa adanya kenaikan harga di momen hari raya dan tahun baru, Iin terbiasa membuat stok untuk keperluan kuenya jauh-jauh hari. Lumpia, risoles,  martabak  misalnya sengaja di frozen untuk menghadapi kenaikan harga. “Kadang saya milih libur tidak terima pesanan kalau harga naik luar biasa, nanti kalau sudah stabil baru jualan lagi,” katanya. Namun, jika harga tetap naik seperti telur dan minyak goreng dia terpaksa menaikkan harga kue-kuenya berkisar Rp 500-Rp 1.000,-. 

Sementara itu berhemat dengan cara berburu harga diskon atau promosi adalah cara yang dipilh Lisa, seorang Ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai PNS. “Pokoknya tujuan utama ke stand yang ada tulisan diskon dan ada label beli 1 dapat 2” ujar ibu dari tiga orang anak ini. Tidak hanya waktu belanja di supermarket tapi juga memanfaatkan promo yang ada di marketplace. “Biasanya diskonnya besar di marketplace, tapi tergantung kebutuhan, ya. Kalau butuh yang segar-segar seperti sayur, buah, ayam, ikan, saya tetap ke pasar,” jelasnya. Sedangkan yang biasa dibeli secara online seperti baju, peralatan rumah tangga dan kebutuhan anak.

Sama seperti Lisa, membandingkan harga bahan pokok di pasar tradisional atau pun daring dilakukan Riska, ibu pekerja yang mempunyai dua anak balita. “Biasanya kalau ada diskon atau cashback pakai kartu kredit langsung saya manfaatkan,” kata Riska. Tak hanya soal kebutuhan rumah tangga, liburan akhir tahun misalnya, Riska mendapat diskon hingga 30 persen untuk hotel di Hongkong dan memanfaatkan promo liburan dari sebuah maskapai penerbangan. “Lumayan bangetlah buat kami berlima liburan ke Hongkong selama lima hari,” kata Riska yang mengajak serta ibu mertuanya untuk ikut liburan. Mengandalkan pembelian secara online diakui Riska sangat memudahkan terutama baginya yang harus bekerja kantoran. “Semua kebutuhan bisa beli via online termasuk popok sampai makanan bayi. Tinggal kirim langsung ke rumah. Jadi tergantung kita yang kudu pinter-pinter cari diskon, yah!” candanya.

Nah, bagaimana Bu? Jadi promo buy 1 get 1 free, cashback dan berburu diskon dari supermarket sampai daring bisa jadi siasat mengakali kenaikan harga sembako sekaligus berhemat, ya!

(Manda)