twitter  
Profil  

Senin, 05 Mei 2025 | 10:16 wib
Munas APEKSI VII di Surabaya, Ini Dua Hal Penting yang Akan Dibahas
 
 

Kota Surabaya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025. Sebanyak 98 kepala daerah di seluruh Indonesia akan hadir dalam Munas APEKSI VII, 6-10 Mei 2025. Selain kepala daerah dari seluruh Indonesia, acara ini juga akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, sekaligus jajaran para menteri. 

Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi beri bocoran hal apa saja yang akan dibahas dalam Munas APEKSI VII. Para kepala daerah yang hadir akan membahas soal program Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. “Jadi tanggal 6-7 itu ada Youth City Changers (YCC), anak-anak muda seluruh Indonesia akan berkumpul di Surabaya akan memberikan masukan untuk pemerintah kotanya masing-masing. Di munas itu, kami juga akan menyampaikan bagaimana pemerintah kota seluruh Indonesia ini akan menjalankan sekolah rakyat dan kopdes merah putih di kelurahan,” kata Eri Cahyadi, Jumat, (2/5/2025).

Eri menyebutkan, sebelum menerapkan program sekolah rakyat dan kopdes merah putih di kotanya masing-masing, para kepala daerah akan saling diskusi satu sama lain. Tujuannya, agar program yang dijalankan oleh pemerintah pusat itu berjalan maksimal di seluruh daerah. 

 
 

Eri menjelaskan, seluruh pemerintah kota di Indonesia ingin menjalankan program sekolah rakyat di masing-masing daerahnya. Namun, yang masih menjadi kendala sampai saat ini adalah adanya keterbatasan lahan di perkotaan. Akibatnya, sekolah rakyat di perkotaan tidak bisa menjadi satu bagian di lahan 5 hektar sesuai ketentuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. “Kami di kota ini rata-rata tidak memiliki lahan seluas 5 hektar, tapi kami ingin menjadi bagian, support betul kebijakan Pak Presiden (Prabowo Subianto) dengan sekolah rakyat. Nah, apakah nanti dimungkinkan, kami bersumbangsih sekolah rakyat ini bisa dengan (terpisah) SD sendiri, SMP sendiri, SMA sendiri,” jelasnya. 

Keterbatasan lahan persawahan dan peternakan akan diusulkan program kerjasama antara kopdes dengan koperasi kelurahan pada saat Munas APEKSI VII mendatang. “Kota ini kan rata-rata konsumen, bukan produsen, maka akan kami sampaikan juga bagaimana nanti (ada) koperasi kelurahan. Kami tidak mungkin menyediakan pupuk karena kami tidak ada tempat persawahan, juga tidak ada ternak, maka sebagai konsumen kami (koperasi kelurahan) bisa bekerjasama dengan kopdes. Contoh, kalau Surabaya itu membutuhkan telur untuk seluruh kebutuhan hotel dan rumah makan, maka kami bisa menggunakan koperasi kelurahan, nah koperasi kelurahan akan mengambil dari kopdes yang ada di Kota Blitar,” tegasnya.

(Press release)