twitter  
Profil  

Sabtu, 26 Juli 2025 | 13:26 wib
Film Arti Cinta : Ketika Perselingkuhan menjadi Kewajaran di Tengah Hubungan Harmonis
 

Bersiaplah larut dalam kisah penuh emosi dan hanyut dalam melodi yang mengiringinya. Fish Eye Production dengan bangga mempersembahkan Arti Cinta. Film bergenre drama musikal ini merupakan salah satu film Indonesia yang paling ditunggu kehadirannya tahun ini. Arti Cinta akan menguras emosi penonton lewat kisah perselingkuhan yang mengguncang, drama yang menghancurkan keluarga, dan konflik yang menyisakan luka mendalam bagi anak perempuan. Dibalut alunan musik yang ear-catchy, lirik yang mudah membekas di ingatan seakan berbicara lebih lantang dari dialog para aktornya. 

Arti Cinta bukan sekadar tontonan, tapi pukulan telak di hati para wanita yang tersakiti oleh cinta dan dikhianati oleh orang yang paling dipercayai. Monty Tiwa dan Tepan Kobain yang menyutradarai film ini sengaja menggunakan pendekatan emosional dan sinematografi yang elegan untuk mencuri perhatian penonton. Suguhan itu berpadu apik dengan musik yang diracik Bongky Marcel dan disempurnakan oleh Wahyu Tri Purnomo sebagai penata suara. Sentuhan magis Eko Supriyanto “Pece” membuat koreografi dalam film kian menawan. Didukung deretan pelakon seperti Tio Pakusadewo, Sita Nursanti, Windy Apsari,  Samo Rafael, Marthino Lio, Karina Salim, dan Marini Soerjosoemarno, Arti Cinta siap membius penonton.

Film berdurasi 95 menit ini juga mengajak penonton menyimak perjalanan seru anak-anak muda yang aktif bermusik dan dinamis. Sekaligus getir yang mereka bawa sebagai dampak menyakitkan dari perselingkuhan dan pengkhianatan. Alurnya membawa penonton pada babak penyesalan dan usaha penebusan di dalamnya. Arti Cinta juga membongkar sisi gelap pernikahan secara blak-blakan, dan menghadirkan realita pahit yang sering gagal diakui, bahwa satu kebohongan bisa menghancurkan satu generasi.

Selaku produser film, Olga Lydia memahami bahwa setiap orang memiliki level cintanya masing-masing. “Setiap orang itu punya arti cinta yang berbeda-beda. Dan di film ini, kita bisa melihat level-level cinta tersebut. Misalnya, ada orang yang berprinsip bahwa yang penting saya cinta sama pasangan saya, boleh dong saya jelalatan dikit, tapi  kan saya tetap ‘pulang’ ke dia,” paparnya di hadapan media usai nonton bareng (nobar) Arti Cinta di XXI Ciputra World Surabaya pada Jumat (25/7).  Olga menambahkan bahwa meskipun tema yang diangkat berat, film drama musikal tersebut tidak seserius yang dibayangkan. “Meski kedengarannya berat, tapi kalau nontonnya diresapi itu akan mengalir begitu saja,” imbuhnya.

 
 

Sita Nursanti yang berperan sebagai Anna dalam Arti Cinta mengungkapkan bahwa sebagai pemeran, tantangan terberatnya bukanlah menangis karena terus-terusan diselingkuhi, melainkan justru ketika harus bernyanyi langsung saat proses syuting. “Yang paling spesial dari film ini adalah kami harus merekam langsung semuanya di set, jadi tidak ada lipsync. Dan yang bikin menarik dalam film ini semua aktor-aktornya dibekali microphone untuk merekam suaranya, sementara dari earphone diperdengarkan minus-one atau suara piano,” jelasnya secara terbuka.

Sementara itu, Karina Salim yang juga balerina tanah air menceritakan keseruannya selama proses syuting. “Karena ini film musikal, jadi ada nyanyi dan nari bareng dancer juga. Jadi, kita gak bisa cuma fokus memikirkan acting-nya saja, tapi juga harus nyanyi dan mikirin emosi dari lagu tersebut sambil menari. Walaupun kebayangnya kompleks, tapi itu seru buatku,” ungkapnya.

Setali tiga uang dengan Karina Salim, Marini Soerjosoemarno juga mengungkapkan bahwa proses syuting berjalan seru dan sangat kental kebersamaannya. “Kalau buat saya sih tidak terlalu sulit ya, cuma didandani jadi seorang nenek ahli nujum. Selama proses syuting kebersamaannya terasa banget dan semua lancar apalagi sutradaranya orangnya asyik banget,” tuturnya.

Dengan segala kompleksitas emosi, keindahan musik, dan luka yang ditorehkan oleh perselingkuhan, Arti Cinta hadir bukan hanya sebagai film, tetapi sebagai pengingat bagi kita tentang pentingnya kejujuran, kesetiaan, dan keberanian menebus kesalahan. Film ini menjadi upaya untuk menggugah hati para penonton Indonesia, terutama para wanita yang pernah dikhianati, untuk semakin menyadari arti cinta. Bahwasanya, luka bisa disuarakan dan cinta sejati tak pernah tumbuh dari pengkhianatan. 

Arti Cinta mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 17 Juli 2025. Saksikan dan rasakan. Mungkin saja dalam setiap nada dan lirik yang Ibu dengar, air mata Ibu menetes dan meluapkan kepahitan-kepahitan dalam hidup Ibu.

(Yosan)