Roadshow Girl Empowerment 2025, Rotary Beri Kegiatan Edukatif dan Inspiratif
|
Rotary Clubs of Surabaya Selatan melaksanakan program Roadshow Girl Empowerment 2025 dengan tema besar “We Unite For Good”. Bertujuan menciptakan ruang aman dan suportif bagi remaja perempuan untuk tumbuh, bersuara, dan menjadi agen perubahan sejak bangku sekolah, roadshow kali ini bertempat di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa (5/8/2025).
President Club Rotary area Surabaya Selatan, Maya Retno menjelaskan jika program ini berjalan mulai Juli 2025 hingga April 2026, menyasar 11 sekolah menengah pertama (SMP) di berbagai wilayah Kota Surabaya. Maya mengatakan, roadshow ini dirancang untuk menanamkan kepercayaan diri, membangun kesadaran akan hak-hak perempuan, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan di kalangan pelajar.
Antusias pun ditunjukan sekitar 60-an pelajar siswi SMPN 1, dengan serius mengikuti pemamparan narasumber, di antaranya Past President Rochendah dengan materinya “Pencegahan Perkawinan Anak”, Dyah Anggraeni selaku District Governor Rotary District 3420 yang membawakan topik, “Kesehatan Reproduksi” dan Astrid Regina S dengan materi “Upaya Menjaga Kesehatan Mental Agar Tidak Menjadi Korban Kekerasan.”
Rochendah, sebagai pembicara pertama langsung memancing pertanyaan kepada audiens mengenai pengertian definisi "siapa yang disebut anak?" Beragam jawaban yang terlontar dari para siswi, sayangnya tidak ada yang menjawab dengan tepat. Rochendah menjelaskan jika berdasar undang undang perlindungan anak, yang dimaksud anak adalah dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 19 tahun. Dia juga membahas kenapa perkawinan anak, kadang dipermasalahkan. “Ini karena mereka belum siap secara finansial, mental dan reproduksi,” alasannya.
|
Beberapa mitos yang ada di masyarakat juga dipertanyakan oleh pelajar, misalnya tentang anggapan terjadinya kehamilan hanya karena berenang di kolam yang sama dengan lawan jenis. “Itu tidak akan terjadi, kecuali memang melakukan hubungan intim,” ingat Rochendah. Sementara itu Dyah juga mengingatkan jika kehamilan bisa saja terjadi meski hanya melakukan hubungan seksual hanya satu kali. “Jangan dikira hanya satu kali berhubungan tidak bakal hamil, bisa saja terjadi karena pertemuan sel sperma dari laki-laki dengan sel telur dari perempuan, yang kemudian mengalami pembuahan dan menempel pada dinding rahim,” terangnya yang dalam presentasinya juga memperlihatkan ilustrasi yang mudah dipahami.
Sementara dari kacamata seorang psikolog Astrid mengatakan kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental juga berhak mendapatkan perhatian khusus. Psikolog Siloam Hospitals ini menjelaskan untuk melindungi kesehatan mental, apabila pelajar ini membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog atau dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
(Manda)


