Tahun 2026 Indonesia Akan Secara Mandiri Produksi Vaksin Untuk Hewan
|
Indonesia akan segera mampu memproduksi vaksin, serum, dan obat hewan tanpa harus mengandalkan impor. Hal ini disampaikan Sudaryono Wakil Menteri Pertanian setelah meninjau fasilitas produksi vaksin di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma di Surabaya, Jumat (21/11/2025).
|
Hal ini disampaikan Sudaryono usai mengunjungi Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Surabaya, yang selama ini menjadi pusat produksi serum, vaksin, serta obat-obatan. Menurutnya langkah untuk mendukung ketahanan kesehatan hewan-baik unggas maupun ternak seperti domba, sapi, dan babi. Sudaryono yakin bisa memproduksi vaksin secara mandiri, karena sumber daya manusia hingga fasilitas yang tersedia dinilai sudah memadai.
"Apakah itu antraks, apakah itu flu burung, apakah itu penyakit mulut dan kuku dan lain-lain, kita mampu dan bisa. Secara SDM ada, secara peralatan mampu, ada, bisa. Sehingga ini menambah keyakinan kita bahwa siapa bilang kita tidak mampu dan ternyata kita memang mampu. Bisa," kata Sudaryono.
|
Dalam tinjauannya tersebut, Wamen menegaskan, kemandirian produksi vaksin ataupun obat obatan hewan ini, dilihat dari ketersediaan SDM maupun peralatannya. Tahun 2026 ditargetkan Kementerian Pertanian akan membangun fasilitas produksi vaksin baru yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga Indonesia dapat memenuhi kebutuhan vaksin tanpa impor.
|
"Supaya secara mandiri kita bisa produksi betul 100% (vaksin) tanpa harus kita impor. Sekali lagi, secara kemampuan orang SDM-nya mampu dan alatnya ada. Sehingga kita bisa, hanya tinggal kita tambah fasilitas, tambah fasilitas produksinya dan beberapa alat mungkin kita tambahkan supaya jumlah yang diproduksi lebih banyak, sehingga betul-betul secara mandiri negara kita tidak perlu lagi impor beberapa vaksin yang penting untuk hewan kita," pungkasnya.
(Yosan)




