SSFF 2026 Day 1 : Peduli Sekitar Lewat Fashion & Olahraga
|
Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 memasuki hari pertama penyelenggaraan pada Jumat, 15 Mei 2026 di Ciputra World Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Vante Management bekerja sama dengan Ciputra World Surabaya ini memadukan dunia olahraga dan fashion dalam satu panggung kreatif yang dinamis.
Arif Santoso selaku Creative Director sekaligus Founder Surabaya Sport Fashion Festival, mengatakan tema sport dipilih karena olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Menurutnya, tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya komunitas olahraga seperti running hingga paddle yang tidak hanya memperhatikan aktivitas olahraga, tetapi juga penampilan.
“Karena kita melihat sport saat ini sudah benar-benar menjadi lifestyle ya. Dan banyak sekali masyarakat yang menggandrungi sport, ya baik itu paddle, running dan sebagainya,” kata Arif.
|
Arif menilai perubahan gaya hidup itu juga memengaruhi cara masyarakat memandang fashion olahraga. Jika sebelumnya fokus utama hanya pada performa olahraga, kini outfit menjadi bagian penting yang diperhatikan.
“Kalau dulu memikirkan ‘bagaimana caranya oh aku kuat lari sekian kilo nggak?’, nah kali ini yang dipikirkan adalah ‘besok outfit-ku apa ya?’,” kata Arif.
Pada hari pertama, SSFF 2026 menghadirkan sejumlah desainer dan brand fashion dengan konsep sport fashion yang beragam. Di antaranya IMUZ by Imam Mustafa, N.A.R.I by Nano dengan tema chic sporty, karya desain fashion textiles Petra Christian University, Difabela x Aora, Namira Ecoprint, Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia, hingga Unerd Footwear yang mengusung tema "running with your heart".
Menariknya ada Mahdiyah Afra seorang desainer asal Sumenep, Madura, yang menyoroti kerusakan ekosistem terumbu karang akibat ekploitasi laut oleh manusia. Mahdiyah dalam acara Surabaya Sport Fashion Festival 2026 juga memadukan desain olahraga, dimana selain punya makna namun juga wajib nyaman dipakai.
"Koleksi saya tentang terumbu karang ini tema-nya 'Dave Into Serenity'. Alasan saya buat desain ini karena saya belum pernah melihat terumbu karang, jadi saya buat desain ini. Ada warna putih, warna navy, coklat. Warna off-white menggambarkan terumbu karang dalam keadaan stres, warna krem artinya terumbu karangnya sehat dan navy atau biru tua merupakan warna terumbu karang mempertahankan diri. Untuk sport saya memilih bahan-bahan katun agar menyerap keringat dan tidak terlalu panas, sehingga lebih nyaman. Apalagi bagi yang berhijab," kata Mahdiyah.
|
Selama tiga hari pelaksanaan mulai 15 hingga 17 Mei 2026, terdapat sekitar 27 pelaku fashion dan UMKM yang terlibat dalam fashion show. Setiap harinya, sebanyak sembilan desainer dan brand akan menampilkan koleksinya.
Tak ketinggalan di hari pertama ada keikutsertaan Difabela x Aora dari Kementerian Sosial. Shinta perwakilan dari Difabela mengatakan partisipasinya di ajang SSFF 2026 sebagai cara Kemensos agar karya disabilitas bisa naik kelas.
|
"Biasanya kan selama ini kalau kita beli barang-barang adik-adik atau orang-orang disabilitas kita kan cuma belinya satu kali karena kasihan. Tapi kualitasnya ya di bawah kan. Nah, ini kita berusaha untuk rebranding adik-adik dan teman-teman disabilitas seluruh Indonesia bahwasanya mereka itu berdaya, mereka itu mampu," kata Shinta.
Dalam acara ini, Difabela menampilkan karya tumbler dan bomber. Shinta berharap karya dari para disabilitas ini nantinya dapat dijual di berbagai platform. Dengan naik kelas, karya mereka diharapkan tak akan kalah bersaing jika disandingkan dengan produk lainnya.
(Yosan)




