Hari Sungai Dunia 2026, Lohjinawi Gerakkan Warga melalui “Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari”
|
Memperingati Hari Sungai Dunia 2026, Yayasan Lohjinawi mengajak masyarakat bergerak bersama menjaga kelestarian sungai melalui gerakan “Kali Mrutu Menuju Sungai Lestari”, Sabtu (26/9/2026). Yasmin Mulyana selaku Direktur Yayasan Lohjinawi, mengatakan upaya tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat memilah sampah dari sumber sekaligus mengubah kebiasaan membuang sampah ke sungai. Dalam aksinya pun, kegiatan tersebut tidak sekadar bersih - bersih sungai, tetapi bagian dari upaya membangun perubahan perilaku masyarakat.
“Kami ingin Hari Sungai menjadi momentum untuk menggerakkan warga. Sungai bukan tempat membuang sampah, tetapi bagian dari kehidupan kita yang harus dijaga bersama. Perubahan itu dimulai dari lingkungan dan kebiasaan masyarakat. Kami ingin mengajak masyarakat mau memilah sampah dari sumber dan mengubah pola pikir bahwa kali atau sungai bukan tempat membuang sampah,” kata Yasmin.
Selain pembersihan sungai, dan penanaman pohon, kegiatan yang di ikuti 300 kader bank sampah dan komunitas ini, juga dilanjutkan dengan long march di sekitar area permukiman padat penduduk sekitar sungai yang bertujuan mengkampanyekan penduduk agar menjaga kebersihan sungai bersama - sama.
Menurut Yasmin, Lohjinawi telah memasang dua trash boom di Surabaya Utara, yakni di Kali Mrutu Jalan Wonoarum sebagai titik hulu dan Bulak Banteng di bagian hilir, untuk menangkap sampah yang terbawa aliran sungai.
|
“Sampah yang diangkut dari kedua trash boom yang memiliki panjang masing-masing sekitar 25 hingga 27 meter itu, mencapai sekitar 500 kilogram hingga satu ton per hari. Ini di Kali Mrutu salah satu titik hotspot karena beban sampahnya sangat berat dan alirannya langsung menuju Kenjeran serta Selat Madura,” kata Yasmin.
Yasmin mengatakan Lohjinawi adalah yayasan yang berdedikasi pada tata kelola lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan ekonomi sirkular. Melalui berbagai program berbasis komunitas.
“Kami telah membentuk sekitar 500 bank sampah dengan kapasitas serapan mencapai sekitar 20 ton sampah per bulan. Pendampingan ini sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya,” jelas Yasmin.
Sebagai pelaksana utama Program Sungai Lestari di Surabaya, Lohjinawi tidak hanya memasang trash boom untuk menangkap sampah di sungai, tetapi juga mengajak dan memberdayakan warga untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik sejak dari sumbernya hingga ke sungai.
|
Program Sungai Lestari ini merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup. Program ini diimplementasikan UNDP Indonesia bersama Clean Rivers melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL). Adapun Clean Rivers adalah organisasi nirlaba global asal Abu Dhabi yang berfokus pada penanganan sampah dan pencemaran sungai.
Di Surabaya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bersama Yayasan Lohjinawi sebagai mitra implementasi di lapangan. Peran ini mencakup penguatan partisipasi warga, edukasi, pengelolaan sampah, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar aliran sungai.
Program Sungai Lestari di Kali Mrutu ini telah mengumpulkan sekitar 56 ton sampah selama Juni–Agustus 2026 untuk dipilah dan didaur ulang. Gerakan ini juga melibatkan bank sampah yang dikelola kaum perempuan. Di tingkat lingkungan, warga mulai bergerak membersihkan titik-titik kumuh di sepanjang bantaran kali, sekaligus menata kawasan dengan pagar dan hiasan yang memanfaatkan bahan daur ulang.
(Yosan)



