twitter  
Profil  

Senin, 18 September 2023 | 13:48 wib
Anak Indonesia-Jepang Ikuti Kompetesi Seni Lukis Untuk Peringati Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang yang ke-65
 

Kesenian bisa menjadi sebuah perangkat yang dapat digunakan untuk menjalin hubungan diplomatik suatu negara. Seperti hubungan diplomatik Indonesia dengan Jepang yang kini sudah terjalin selama 65 tahun. Dengan memperingati hari terjalinnya hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, Lotus Art Courses menggelar kompetisi seni dengan skala nasional. Kompetisi ini didukung oleh MISSAO Corporation. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan asal Jepang, yang akan berfokus dalam pengembangan berbagai bisnis terkait seni di Indonesia.

Kompetisi ini telah diselenggarakan mulai tangga 19 Juni-19 Agustus 2023. Sebanyak 246 karya dari anak Indonesia-Jepang masuk mengikuti kompetisi ini. Lotus Art Courses National Children’s Art Competition ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu Kategori A (5-7 tahun), Kategori B (8-11 tahun) dan Kategori C (12-15 tahun). Peserta dibebaskan mengumpulkan karya dengan menggunakan metode apapun. Pengumuman pemenang telah diumumkan pada Sabtu, 16 September 2023 di Teh Villa Gallery. Terdapat 15 pemenang karena disetiap kategori ada 5 karya terbaik yang terpilih untuk menjadi pemenang. Hadiah penghargaan yang mereka dapatkan adalah sebuah medali, sertifikat dan goodiebag. 

Seperti Barra Antasena Wibisiono, anak berumur 11 tahun asal SD Al-Muttaqin Surabaya, ia terpilih masuk ke jajaran karya terbaik Kategori B. Karyanya yang berjudul Koinobori Day tersebut ia buat menggunakan cat sampul dengan proses 2 minggu untuk menyelesaikannya. Ia menggambarkan tentang Festival Koinobori Day di sebuah desa di Jepang. Barra menjelaskan bahwa Koinobori Day adalah festival untuk memperingati hari anak dengan memasang layang-layang ikan di semua atap area desa itu. 

 

Sedangkan pemenang kategori C dimenangkan oleh siswa Athalia Primary School asal Tangerang, Darlene Rose Werlin. Karyanya berjudul “Passing Down Art’s Culture” ia lukiskan menggunakan media digital. Mengisahkan tentang dua perempuan yang bernama Geiko dan Meiko yang sedang berinteraksi untuk menyiapkan perfomance mereka di suatu festival. Darlene membuat karyanya tersebut dengan waktu 2,5 jam pada sehari sebelum pengumpulan terakhir karya. Sangat antusias dalam dunia menggambar, anak berusia 13 tahun itu memiliki banyak karya karena ia sering mengikuti beberapa kompetisi dan selalu meraih juara. Kesulitan yang dihadapi oleh Darlene saat melukis atau menggambar ialah mencari ide.

 

Menginginkan potensi anak-anak terutama anak Indonesia dalam berkarya di bidang seni dapat lebih diapresiasi, I Putu Mahendra sebagai Founder Lotus Art Courses berharap dengan diadakannya kompetisi ini dapat menambah wawasan serta pemahaman orangtua dan guru, bagaimana cara mengapresiasi karya seni anak-anak mereka bahwa karya mereka bisa masuk ke dalam art gallery. Sebab di luar negeri anak-anak mendapatkan apresiasi karya-karya mereka bisa masuk ke dalam art gallery, sedangkan di Indonesia ditolak. Ia tidak menginginkan anak-anak Indonesia kalah dengan anak-anak di luar negeri.

“Menurutnya pemahaman karya seni anak-anak itu hanya sebatas rapi saja. Karena secara global seni kan nggak kayak gitu. Jadi pemahaman orang tua dan guru masih kurang. Contohnya perkenalan karya-karya art di galeri, jadi anak-anak masih kurang tau itu. Berbeda dengan di luar negeri, karya-karya mereka bisa masuk ke galeri, tapi kalau anak-anak masih kurang dan ditolak. Harapannya ingin meningkatkan lagi apresiasi karya anak-anak mengenalkan warna baru untuk karya seni rupa khususnya anak-anak di Indonesia. Dan jangan kalah dengan anak-nak di luar seperti Jepang misalnya.”ungkapnya. Melukis atau menggambar sendiri memiliki manfaat untuk anak-anak yaitu mereka bisa merefleksikan diri mereka.

Yasuyuki Korekawa selaku President MISSAO Corporation mengaku sangat senang dapat mendukung kegiatan ini. Sebab tujuan dari diadakannya Lotus Art Courses National Childerns Art Competition ini adalah untuk memperingati hari diplomatik dengan Jepang yang ke 65 tahun. Menurut President MISSAO Corporation, peserta yang mengikuti lomba sangat dapat memahami bagaimana budaya Jepang dan kompetisi kali ini sangat banyak yang mengikuti daripada kompetisi-kompetisi yang pernah diadakan sebelumnya. “Menurut saya pesertanya dapat memahami budaya jepang dan mengungkapkannya melaui karya. Kompetisi ini lebih banyak diikuti dari kompetis-kompetisi sebelumnya“ sampainya saat diwawancarai. 

Yasuyuki juga menambahkan harapannya kepada anak-anak Indonesia atau Jepang yang tinggal di Indonesia,ia berharap mereka dapat bebas mengekspresikan diri melalui seni atau dengan hal apapun itu. “Harapannya karna ini untuk anak-anak jadi memang yang paling penting untuk mereka yaitu, bagaimana mereka bisa bebas mengekspresikan diri, melukis, menggambar atau apapun yang mereka lakukan,” tambahnya.

Konjen Jepang-Surabaya Mr. Nakogame yang turut hadir menyampaikan kebahagian dan harapannya terhadap hubungan baik Indonesia-Jepang. “Ada banyak anak indonesia dan anak Jepang yang berada di Jawa Timur mengikuti kompetisi ini. Harapannya tentu masa depan Jepang dan Indonesia pasti akur dan akan dipikul oleh anak muda. Kami consulate Jepang Surabaya untuk membuat anak-anak tertarik dengan Jepang melalui seni yaitu lukisan, karena budaya itu bisa lintas negara. Melalui budaya kami dapat mendekatkan masyarakat dua negara untuk tentang tujuan dan kepentingan sebuah negara.”

(Putri)