Keunggulan Tersirat dari Pakaian Oversized
|
Trend pakaian sering kali berubah dengan sangat cepat. Di awal tahun 2000-an, trend low-rise jeans dan ketat, atasan ber-cropped meraja sementara celana baggy masih diperuntukkan bagi pria pekerja. Namun seiring berjalannya waktu, para desainer sudah mulai menggunakan pakaian yang lebih longgar. Pada tahun 2020, tepatnya sebelum adanya pandemi, Demna Gvasalia (perancang busana) mulai melonggarkan beberapa koleksi pakaian untuk brand Vetements dan Balenciaga. Bahkan karya Molly Goddard dan Marc Jacobs juga mulai menggunakan proporsi longgar.
Berubahnya mode pakaian ini juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup saat pandemi yang sebagian besar dihabiskan di rumah dengan pakaian longgar dan nyaman. Tentunya hal ini mempercepat lajunya trend pakaian oversize yang tidak bisa dilewatkan oleh para desainer.
Kini telah banyak runway yang menampilkan kenyamanan dalam bentuk pakaian yang kendur, bagian pinggang lebih elastis, dan menggunakan bahan yang lembut. Sementara di luar runway, wanita kebanyakan memilih untuk menggunakan gaun maxi longgar dan sepatu balet daripada memaksakan diri mengenakan gaun mini dan sepatu hak tinggi.
Pergeseran mode pakaian khususnya dalam hal ukuran dan siluet ini merupakan suatu hal yang biasa. Seperti saat terjadinya penolakan terhadap pakaian yang terikat dan berlapis-lapis setelah Perang Dunia I, yang digantikan oleh short hemline, siluet longgar, dan pinggang jatuh yang mengabaikan bentuk tubuh pada tahun 1920-an. Sikap ini dianggap sebagai penolakan gaya yang sangat feminim di masa lalu demi pendekatan berpakaian yang lebih modern androgini untuk tubuh perempuan.
Sementara itu bagi Christina Grasso, pengidap gangguan pola makan yang kurang sejak berusia 14 tahun dan salah satu pendiri organisasi 501c3 nonprofit yang berdedikasi untuk advokasi gangguan makan di dunia mode, menganggap saat ini pakaian oversize bukan hanya sekedar pesona di runway. Namun bisa dianggap sebagai penolakan terhadap norma-norma sebelumnya yaitu sikap menolak tekanan, pola pikir, cermin, dan perasaan untuk menyembunyikan tubuhnya. Walaupun bagi Christina menggunakan pakaian oversize menjadi point utama dalam proses pemulihannya, dia berharap bahwa semua ukuran tubuh dapat merasakan kebebasan berbusana.
(https://harpersbazaar.co.id/articles/read/1/2024/19867/keunggulan-tersirat-dari-pakaian-oversized)

