Perayaan Maghapuja 2025 di Jatim : Menabur Kebajikan, Menuai Kebahagiaan
|
Ibu, dalam rangka menyiarkan kepada masyarakat dan merayakan salah satu hari besarnya, para pemuka dan umat Buddha di Jawa Timur, menggelar perayaan Hari Raya Maghapuja 2568 TB, di Grandcity Mall Surabaya, pada Sabtu (22/2/2025) malam.
Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Surya Dhamma Indonesia Jaya - Banyuwangi dan Keluarga Buddha Theravada Indonesia - Jawa Timur, dengan tema yang diangkat "Menabur Kebajikan, Memetik Kebahagiaan".
|
Selaku ketua panitia penyelenggara, YM. Bhikkhu Tejapunno Mahathera, menjelaskan, perayaan ini diadakan untuk mengenalkan kepada publik bahwa umat Buddhis tidak hanya memiliki hari besar keagamaan yakni Hari Raya Waisak saja. Bhante Teja, panggilan akrabnya, menyebut ada empat hari besar dalam agama Buddha, yakni Waisak, Asadha, Kathina dan Maghapuja.
|
"Ada peringatan, ada perayaan. Kalau peringatannya (Maghapuja) kemarin tanggal 12 Februari diperingati oleh (internal) umat Buddha di seluruh dunia. Tapi kalau yang namanya perayaan beda lagi ya. Kita harus kemas menjadi besar, menarik, (umat) dari berbagai latar diajak untuk menyuguhkan (talenta seni), dari yang pandai menari, menyanyi, dan drama kolosal juga," kata Bhante Teja yang juga sebagai Upa-Padesanayaka Provinsi Jatim (wakil ketua bhikkhu daerah pembinaan provinsi dalam organisasi Sangha Theravada Indonesia).
|
Ibu, perlu diketahui, peringatan Maghapuja, seperti yang dituturkan Bhante Tejapunno berlatar belakang sejarah ketika Sang Buddha disowani oleh sebanyak 1.250 bhikkhu. Ajaibnya, ribuan siswa Sang Buddha yang pernah ditahbiskannya langsung dan sudah mencapai tingkat "kasampurnan" itu datang bersamaan dari berbagai penjuru tempat, dan berkumpul di biara Wilwan (Veluvan) di India tanpa diundang oleh Sang Buddha. Di momen itulah Buddha Gautama bersabda membabarkan ajarannya, yakni Ovada Patimokkha (Nasihat Menuju Pembebasan) mengenai prinsip-prinsip ajaran Buddhisme : tidak berbuat jahat, banyak melakukan kebajikan dan menyucikan batin.
|
Mengundang Unsur Lintas Iman
Ibu, perayaan Magha Puja oleh warga Buddhis ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di Jawa Timur. Selain beragam performa seni dan budaya, puncak acara perayaan Maghapuja dipungkasi dengan sesi Dhammadesana (khotbah umum yang berisi renungan suci) oleh YM. Bhikkhu Dhammavijayo Mahathera dari Vihara Padma Graha, Kota Batu.
|
Sebanyak 1.000 undangan disebar ke berbagai vihara di Jawa Timur dan ke berbagai kota lain di luar Jatim, termasuk mengundang perwakilan lintas agama dan instansi pemerintahan, untuk turut merayakan suka-cita Hari Raya Maghapuja.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan, ketika ditemui She Radio mengungkapkan apresiasinya atas digelarnya acara ini. Sejak dipindah tugas dari Provinsi Aceh pada Oktober 2024 lalu, Ketut Panji melihat iklim moderasi beragama yang sehat dan terbina sangat baik di Jatim.
"Kondisi sosial di Jawa Timur luar biasa kondusif. Saya melihat kepedulian, perlakuan yang sama dan tidak membeda-bedakan agama apapun (untuk mengekspresikan ajarannya) dari Pemprov dan masyarakat Jatim," ujarnya.
|
Frame moderasi beragama yang bagus ini, diharapkan Ketut akan diteruskan dengan banyak kegiatan positif lainnya yang akan dilakukan umat Buddha di Jatim. "Seperti misalnya di bulan Ramadan besok, akan ada acara bakti sosial oleh umat berupa bagi-bagi sembako," tutur pria kelahiran Buleleng-Bali ini.
Sementara itu, mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang sedang mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah, Asisten I Sekdaprov Jatim, Benny Sampirwanto, menyampaikan dua pesan utama terkait perayaan Maghapuja 2025. "Yang pertama, Ibu Gubernur menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Maghapuja tahun 2025. Semoga dengan adanya perayaan ini, semakin menguatkan komitmen kita dalam membangun masyarakat yang harmonis, rukun dan sejahtera," ucap Benny.
Yang kedua, kata Benny, gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata sebanyak 218.087 umat Buddha di Jatim dalam pembangunan daerah."Baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kehadiran umat Buddha dengan ajaran cinta-kasih dan welas-asih telah memberikan warna tersendiri bagi keberagaman. Sehingga tercipta suasana yang penuh toleransi dan kedamaian," ujarnya.
(Roni)







