Day 3 SSFF 2026 : Wastra Nusantara & Zero Waste Untuk Tampilan Olahraga & Kantoran
|
Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 sampai juga di hari ketiga, Minggu, 17 Mei 2026, dengan kembali menghadirkan sebuah karya yang memadukan dunia olahraga, fashion, dan lifestyle dalam satu panggung megah.
Karya yang dipamerkan dibuka oleh Platinum Padel x Racketify, Alben Ayub Andal x Candida Aurelia Batik dengan tema "Goofy Golf" bernuansa pakaian sporty dengan vibes resort mewah tepi pantai. Konsep ini menghadirkan terobosan baru di dunia fashion tanpa meninggalkan unsur wastra di dalamnya.
Kemudian disusul penampilan dari Cortiger, Embran Nawawi, Stradenine, D4 Tata Busana UNESA, Desain Fashion & Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif UBAYA. Selain itu juga memberi kesempatan baru kepada masyarakat umum untuk merasakan panggung catwalk melalui kompetisi fashion show antar karyawan Coorporate Fashion Competition 2026 PT.ISM (Indoservis Sejahtera Mandiri) dan PT.GCI (Go Clean Indonesia).
Salah satu yang menarik ada sosok Nur Natalia Imaya Wahyu, alumnus Universitas Surabaya (Ubaya). Talia mencoba mentransformasikan keindahan astronomis Nebula Orion menjadi sebuah koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) yang sarat akan pesan eskapisme. Nebula Orion adalah salah satu nebula paling terang dan dekat dengan bumi. Nur Natalia atau yang akrab disapa Talia mengatakan rutinitas kerja 9-to-5 yang menjemukan seringkali menuntut pelarian. Pelarian itu tidak ditemukannya di lembar tiket wisata, melainkan pada gumpalan awan antar bintang di galaksi Nebula Orion.
|
"Ini adalah salah satu cara untuk mencurahkan eskapisme di pekerjaan. Paling tidak, ini menjadi gateway dari jenuhnya pekerjaan yang terkadang melelahkan," kata Talia.
Ia menggabungkan gaya sporty dan formal kategori premium menengah agar para pekerja kantoran tetap bisa mengeksplorasi jati diri tanpa harus terlihat mencolok secara berlebihan.
"Saya menciptakan desain ini bagaimana caranya supaya kita yang bekerja 9-to-5 bisa mengeksplorasi diri, tapi bajunya masih bisa dipakai sehari-hari. Kalau dipakai ke kantor dengan bawahan denim, itu masih sangat aman," kata Thalia.
Sementara tak mau ketinggalan UNESA yang mengusung tema zero waste. Irma Rusanti selaku Koordinator D4 Tata Busana Unesa mengatakan metode tersebut berbeda dengan teknik konvensional yang biasanya membuat pola terlebih dahulu sebelum memotong kain.
|
“Jadi kita tentukan dulu desainnya, kemudian dari desain itu kita buat produk bajunya mengikuti kain,” kata Irma.
Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan seluruh bahan terpakai secara maksimal. Karena itu, tidak ada sisa kain yang terbuang dalam proses produksi busana. Koleksi yang ditampilkan juga memadukan unsur wastra Nusantara dengan kain bermotif kartun. Perpaduan itu menjadi daya tarik tersendiri dalam tampilan sport fashion yang dibawa mahasiswa Unesa.
Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 yang diinisiasi Vante Management tak sekedar wadah bagi pelaku UMKM binaan Kota Surabaya, tetapi pengembangan produk wastra ke arah yang lebih inovatif seperti lini sport fashion. Meski tampil dalam ajang sport fashion, koleksi yang dibawa lebih mengarah pada konsep Ready to Wear. Unsur wastra tetap dipertahankan sebagai identitas utama desain.
“Karena temanya wastra, jadi kami juga mengkombinasikan wastra dengan kain kartun kombinasi. Total ada enam outfit berbentuk setelan yang dipamerkan di event ini,” pungkas Irma.
(Zaima)



